
Gambar Batik Populer, Asal Indonesia!
Batik adalah seni membatik kain dengan menggunakan malam sebagai penutup bagian yang tidak ingin diwarnai. Proses ini menciptakan motif-motif yang indah dan khas. Batik tidak hanya sekadar pakaian, tetapi juga simbol dari identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Apa itu Batik?
Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik” yang berarti titik. Ini merujuk pada teknik pembuatan motif batik yang melibatkan penulisan motif dengan menggunakan malam. Batik berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Indonesia oleh UNESCO.
Motif Batik Populer di Indonesia
Batik merupakan kekayaan budaya Indonesia yang tidak lekang oleh waktu. Motif batik bukan hanya sekadar dekorasi pada kain, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam. Setiap motif menggambarkan cerita dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di antara ragam motif batik yang ada, terdapat 12 motif yang paling populer dan banyak digemari.
1. Endek Bali
Kain endek Bali dibuat dengan sistem tenun ikat, yakni dengan mengikat benang pakan dan benang lungsi. Untuk itu, kain ini juga dikenal sebagai tenun ikat Bali. Kata Endek berasal dari kata gendekan atau ngendek yang artinya diam atau tetap, tidak berubah warna.
Kata tersebut digunakan saat pembuatan motif endek, yakni dengan cara diikat. Saat dicelup, benang yang diikat warnanya tetap atau tidak berubah. Di Bali, kondisi itu disebut ngendek. Pembuatan kain endek dapat dijumpai di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Karangasem, Klungkung, Gianyar, Buleleng, dan Denpasar. Sementara, kain endek Bali telah dikenal sejak abad ke-16.
2. Mega Mendung
Salah satu motif batik Indonesia yang sangat dikenal adalah batik mega mendung dari Cirebon.Corak unik yang terdapat pada motif batik ini menjadikan batik mega mendung sangat terkenal di Indonesia bahkan mancanegara, lho.Batik mega mendung terdiri dari kata Mega yang berarti langit atau awan, serta Mendung atau langit yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan.Gradasi yang ada di batik mega mendung tersebut sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit.Biasanya batik dengan motif ini memiliki desain yang simple dan warna kalem sehingga sangat seimbang dengan motif utamanya yaitu, awan.
3. Batik Kawung
Pada motif batik Kawung memiliki pola berbentuk irisan buah kawung atau kolang-kaling. Buah yang didapat dari pohon aren ini bermakna bahwa dalam masyarakat Jawa sebaiknya melakukan kebaikan tidak perlu diketahui orang lain.Selain itu, bunga teratai juga menjadi intrepretasi lain dalam menggambarkan motif batik ini. Empat lembar kelopak bunga teratai ini mengisyaratkan kesucian dan umur yang panjang. Lebih dari itu, motif Kawung ini juga bermakna supaya manusia yang mengenakan motif Kawung ini bisa menjadi sosok manusia ideal dan unggul.Dalam mitologi Jawa, tokoh yang kerap mengenakan kain batik ini adalah Semar yang merupakan manusia titisan dewa yang berakhlak baik dan bijaksana.
4. Sasirangan
Kota Banjarmasin sangat terkenal akan kerajinan kain tenun Sasirangan dengan sentra kerajinan berada di Kampung Sasirangan. Sasirangan merupakan kain batik khas suku Banjar yang berada di Kalimantan Selatan. Keunikan dari kain batik sasirangan ini nampak pada ragam motif batik nya yang bervariasi. Jika kita tinjau dari arti nama sasirangan itu sendiri yaitu, kata sirang yang menurut literatur bahasa setempat berarti dijahit atau diikat menggunakan tangan serta ditarik benangnya yang dalam istilah lain disebut dijelujur.
Kain batik sasirangan dahulunya merupakan kain tenun yang digunakan sebagai pakaian adat untuk kegiatan upacara adat yang berlaku di suku banjar. Menurut kepercayaan masyarakat banjar kain batik sasirangan dapat digunakan sebagai “obat” untuk kesembuhan bagi orang yang terkena musibah yaitu suatu penyakit (pamintaan). Pada umumnya kain batik sasirangan biasanya dikenakan pada sabuk untuk para lelaki juga sebagai selendang, ikat kepala (laung), kerudung, atau juga digunakan sebagai udat (kemben) bagi kaum perempuan.
5. Batik Sulawesi
Batik Sulawesi Selatan tidak hanya dikenal sebagai kain bermotif indah, tetapi juga sebagai wujud harmoni antara budaya dan alam yang tercermin dalam setiap motifnya. Batik ini menggabungkan unsur-unsur alam dan budaya lokal, menciptakan karya seni yang sarat makna dan filosofi. Berikut keberagaman motif batik Sulawesi Selatan dan pesan filosofis yang terkandung di dalamnya.
6. Batik Sumatera
Batik Sumatera Utara merupakan batik yang menorehkan ragam motif dan corak sesuai ciri khas multi-etnis di wilayah Sumatera Utara, baik dari suku Batak, Mandailing, hingga Melayu Deli.
Motif batik Batak memiliki keunikan tersendiri dengan ragam motif yang diambil dari berbagai suku di Sumatera seperti gorga dari Batak, motif Melayu, dan motif dari tanah Karo. Meskipun begitu, motif yang paling populer adalah gorga yang berasal dari Batak. Kata 'Gorga' dalam bahasa suku Batak Toba bermakna corak atau motif.
7. Batik PapuaJika menyangkut flora dan fauna Papua, motif satu ini sudah tak asing lagi ya. Burung cendrawasih menjadi salah satu ikon yang dimiliki Papua.Disebut juga dengan julukan 'birds of paradise', yakni warna mencolok dari tubuh burung tersebut. Sering dipakai dalam corak batik yang dipenuhi dengan dedaunan dan tanaman khas Papua.Warna yang menjadi khas dalam batik Papua ini adalah warna biru, hijau, merah, dan kuning. Bisa dikenakan untuk berbagai acara formal, lho.
8. Batik NTB
Teknik membatik tradisional dengan canting juga dilakukan di NTB. Lilin digambar sesuai pola dengan alat canting di selembar kain dengan motif khas NTB. Uniknya untuk menghilangkan lilin, perajin memakai teknik yang berbeda dari yang umum di Jawa.Motif yang awalnya diblok dengan lilin canting, lalu dilepas lilinnya dengan teknik besi panas. Yakni, potongan besi dipanaskan di bagian ujungnya. Potongan besi tersebut lalu ditempelkan di bagian lilin yang ada di kain. Lilin sendiri digunakan untuk membatasi warna-warna pada kain batik.Selain dengan cara tersebut, pelepasan lilin saat proses mewarnai juga kadang dilakukan seperti teknik yang dilakukan di Jawa.
Click Here